Senin, 27 Februari 2012

Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi ( 2 - 11 - 2010 )


Judul Praktikum                 : Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi
Tanggal Praktikum             : 2 – 11- 2010
Tujuan Praktikum               : Menyelidiki pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi larutan natrium tiosulfat dengan asam klorida. Na­2­S2O3(aq) + 2HCl(aq) è 2 NaCl + H2O + S(s)
Teori Dasar  :
ü Reaksi kimia berlangsung lebih cepat pada suhu lebih tinggi. Bila suhu reaksi dinaikan, energi kinetik zat – zat pereaksi akan makin besar dan gerak partikel – partikel zat pereaksi akan lebih cepat akibatnya frekuensi tumbukan yang terjadi akan lebih besar demikian tumbukan yang berhasil membentuk produk akan banyak pula.
ü Hubungan kuantitatif suhu dengan laju reaksi adalah bertambah besarnya tetapan laju reaksi ( K ). Setiap kenaikan suhu 100 C è harga ( K ) menjadi 2X lipat kenaikan suhu.
ALAT:                                     BAHAN :
- Termometer                                  -Larutan Natrium Tiosulfat
- Kaki Tiga                             -Larutan Asam Klorida
- Kassa                                              
- Stopwatch                        
- Alat Pembakar                             
-Gelas Kimia                        
Cara Kerja :
ÿ Buatlah tanda silang pada sehelai kertas
ÿ Masukan 50mL larutan  Na­2­S2O3 0,2 M ke dalam gelas kimia. Letakan gelas kimi itu di atas kertas bertanda silang , ukur suhu larutan dan catat. Tambahkan 5mL HCl 2 M ukur dan catat waktu yang dibutuhkan sejak penambahan larutan HCl sampai tanda silang tak terlihat lagi
ÿ Masukan 50mL larutan Na­2­S2O3 0,2 M ke dalam gelas kimia yang lain panaskan hingga 10o di atas suhu kamar(10o di atas percobaan 1 ) Cata suhu itu letakan gelas kimia di atas kertas bertanda silang. Tambahkan 5 mL larutan HCl 2 M . Catat waktu seperti di atas.
Hasil Pengamatan :
I.       Konsentrasi Zat = 2 Molar                       Waktu(time)            : 46 detik
II.     Konsentrasi Zat = 1 Molar                       Waktu(time)            :75 detik
Analisa Data :
1.     Bagaimana pengaruh konsentrasi terhadap reaksi antara larutan Na­2­S2O3 ?
Jawab :
ü Percobaan 1, Air menjadi keruh, terdapat gelembung- gelembung kecil. Sehingga tanda X sebagai acuan tak terlihat
ü Percobaan 2, Air menjadi keruh setelah HCl dan Na­2­S2O3 dicampur namun pengeruhan berlangsung lama, karena konsentrasi larutan dikurangi.

Kesimpulan :
- Bila konsentrasi lebih tinggi laju reaksi akan menjadi lebih cepat dan waktu menjadi lebih singkat




Minggu, 12 Februari 2012

Uji Nyala Kation Logam Alkali dan Alkali Tanah ( 1-2-2012 )






 


Judul                     : Uji Nyala Kation Logam Alkali dan Alkali Tanah
Tanggal                 :1 – 2 – 2012
Tujuan                  : Mengamati dan mengidentifikasi warna nyala kation logam alkali dan alkali tanah
Alat & Bahan      :
1.       Kawat Platina                                       7. NaCl
2.       Pembakan Bunsen                                8.KCl
3.       Kaca Arloji                                           9. CaCl2
4.       Kaca kobalt                                         10.Ba Cl2
5.       HCL pekat                                          11.Mg Cl2
6.       LiCl
Teori Dasar
UNSUR
WARNA NYALA
UNSUR
WARNA NYALA
Lithium
Merah
Berilium
Putih
Natrium
Kuning
Magnesium
Putih
Kalium
Ungu
Kalsium
Jingga – Merah
Rubidium
Merah
Strontium
Merah
Sesium
Biru
Barium
Hijau
Cara Kerja :
ð  Taruh sedikit zat ( 3-4 mg ) ke dalam kaca arloji
ð  Tetesi dengan HCl pekat , kemudian dilarutkan
ð  Celupkan kawat platina dalam larutan tersebut , kemudian bakar pada pembakar Bunsen
ð  Amati warna nyala api
ð  Untuk kalium, warna nyala api dapat dilihat secara jelas menggunakan kaca kobalt
Analisa Data :
1.       Bandingkan warna nyala kalium dengan menggunakan kaca kobalt dan tanpa kobalt
2.       Bagaimana terbentuknya warna nyala tersbut?
3.       Dan warna nyalanya yang bervariasi, apa kegunaan senyawa tersebut??

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar